MainPersonal InfoInterestsRandom FactsJournal
14 Feb 2005
Dum Di Dum Di Dum...

Dude! I just realized how bad this site looked with Palatino font! All along it was shown on my puter in Georgia font, which I thought was Palatino. By mere chances, recently I copied the whole Windows Fonts folder from a colleague. Turned out that -- now I know -- Palatino was one of the fonts copied over. And that I had never had Palatino on my puter prior to that.

So much for calling myself a webmaster.

(Note: if that above confused you, then never mind, it wasn't meant to be.)

The rest of this entry is to be dedicated to one Mr. Roy Suryo. To whom, I just found out, a lot of blogs dedicate this Valentine's. Because it is never wrong to show someone how much you care.

Here I should switch to my native tongue. Sorry, Snowball, but you wouldn't know any Roy Suryo anyway, would you?

Jadi gini lho, gua ini sebenernya nggak terlalu tau -- en nggak terlalu peduli juga -- ama Pak Roy Suryo ini. Sering denger aja namanya disebut-sebut di kalangan TI, biasanya dengan nada sedikit miring. BTW, lawan kata miring itu apaan sih? Bukan lurus dong? Emangnya kalo miring nggak bisa lurus? Contoh, si A(licia) bilang, "Waduh, jalannya miring nih!" B(eyonce) yang duduk di sebelahnya jawab, "Udah deh, asal lurus ikutin jalan juga bentar lagi nyampe."

Nah, trus apa hubungannya si miring tadi ama Roy Suryo? Ya nggak ada. Wong namanya juga betewe kok. Kata temen gua, BTW == betewe == benyek tewe-tewe. Bisa aja tu orang. Jelas-jelas kata JS Badudu, kalo udah pake banyak nggak usah diulang lagi karena udah sama-sama nunjukin kejamakan.

Tapi apakah benyek itu sama dengan banyak? Yang jelas dulu kakek gua di Semarang miara banyak banyak di rumahnya. Katanya lebih efektif dalam mengamankan rumah dibanding dogi. Yang jelas juga, tiap kali tu banyak-banyak berkeliaran di halaman, gua langsung mengurung diri dalam kamarnya -- untung nggak dibilang bunting, kayak si Putri. Maaf, Potre maksudnya.

Baru-baru ini komunitas blog Indonesia bereaksi atas "pernyataan-pernyataan Roy Suryo sebelumnya yang berkesan mendiskreditkan Blog sebagai salah satu media masa depan." Ini yang menarik perhatian saya. Lho, hei?! Kok jadi saya??? Canggih.

Kutipan dari kutipan nih:
"Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi."

Yang trus dikasih sanggahan, antara laen:
1) Blog sebagai format dan isi blog sebagai media
2) Blog bukanlah tren
Yang selengkapnya bisa dibaca melalui tautan di atas.

Di sini gua nggak mau ikutan menyanggah si Pak Roy -- berasa manggil mantan bos gua di DDD dulu -- ini. Lagian udah banyak banget yang nyanggah gitu lho. Justru gua pengen nyoba ngertiin, sebenernya maksud si Bapak ini apa, kok bisa ngeluarin pernyataan gitu.

Ngertiin bukan berarti setuju atau membela. Gua selalu bilang bahwa gua bisa ngerti kenap nap <masukkan nama pejabat favorit Anda di sini> itu korupsi. Bukan berarti gua setuju bahwa pejabat kudu korupsi.

Sanggahan 1) emang bener. Tapi kalo sebagai orang awam yang sering denger kata blog, sering ngeliat blog(-nya anak-anak), tapi nggak terlalu ngerti konsep "blog" itu sendiri, pernyataan si RS ini masuk akal. Dalem pikiran awam, yang namanya blog itu ya jurnal alias diary alias kumpulan keluh-kesah/curhat. Jangankan orang awam, gua aja yang -- ehm, ehm -- udah berkecimpung di dunia TI sejak mulai berkecimpung kalo denger kata "blog" ya otomatis ngebayangin suatu situs yang isinya coretan (coretan? Ketikan kali) pribadi pemiliknya. Yang isinya sering kali nggak jelas, namanya juga suka-suka yang punya. Liat aja situs ini. Ya ini. Situs ini lho.

Emang bener banget bahwa banyak blog yang dikelola secara profesional atau yang isinya (keliatan) profesional banget. Liat aja contohnya di tautan di atas. Ada blognya M$, blognya IBM, dsb. Tetep aja, blog gitu lho. (Hmm, sepertinya ekspresi "gitu lho" gua semakin mantap ini.)

Argumen bahwa "blog tidak dapat dipercaya" bisa dianalogikan dengan "televisi tidak dapat dipercaya" kalo menurut gua kurang mengena -- biarpun ini ngasih gambaran cukup jelas ke orang awam tentang perbedaan blog sebagai "format" dan blog sebagai "media dengan informasi khusus".

Kenapa? Karena eh karena menurut gua pernyataan "televisi tidak dapat dipercaya" sebagai jalan pintas buat ngomong "tayangan/berita di (stasiun) televisi (itu) tidak dapat dipercaya" itu sangat bisa diterima. Sama seperti pernyataan "film tidak dapat dipercaya, masak orang bisa terbang? Mana pake kolor di luar gitu pula."

Contoh laen, "Amerika tidak bisa dipercaya." Kalo pake argumen di atas, ini pernyataan yang salah. Amerika itu kan bisa berarti nama negara/wilayah (i.e. "format") bisa berarti pemerintahannya Bush (i.e. "media dengan informasi khusus").

Di dunia ideal, seorang pakar kalo ditanya, "Bagaimana pendapat Ibu tentang blog?" akan menjawab, "Pertama-tama, kita harus bedakan blog sebagai format dan blog sebagai media dengan informasi khusus..."

Sekarang sanggahan 2) yang bilang bahwa blog itu tidak cuma tren (sesaat) tapi bakal terus berkembang. Blog sebagai format mungkin -- gua bukan pakar, apalagi RS, jadi cuma bisa bilang mungkin -- akan terus berkembang. Tapi penggunaan blog sebagai sarana curhat (yang sepertinya dirujuk oleh Pak RS) mungkin emang cuma tren (sesaat).

BTW, kalo "tren" di sini maksudnya terjemahan dari "trend"-nya orang Inggris, maka penggunaan "tren" (untuk menunjukkan sesuatu yang cuma sesaat) di sini juga sebenernya nggak tepat. Karena tren itu sendiri bisa singkat bisa juga untuk jangka waktu lama.

Sekali lagi, di dunia ideal (nggak pake tautan-tautan lagi, capek) seorang pakar kalo ditanya, "Menurut Ibu, kira-kira blog ini bakal bertahan lama apa cuma sekedar tren belaka?" akan menjawab, "Pertama-tama, sepertinya pemahaman Anda tentang pengertian tren itu sendiri kurang tepat..."

Capek emang idup di dunia ideal.

BTW, "media massa adalah juga sebagai 'The Fourth Stage of Communication' di sebuah negara"? Maksudnya The Fourth Estate kali, Pak?

Nggak papa deh, "pakar" kan manusia juga gitu lho. (Uhui!)

Selamat Hari Valentine, Bapak Roy Suryo.

Lagi dengerin: Elvis Presley - It's Now Or Never
Lagi ngerasa: gembira

Posted by at 6:23 PM WIB
Comments

elu emang anaknya pengertian, ren...
eh, pesen gue buat temen lu udah disampein belom? heheheh...

Posted by on Feb 15, 2005 10:53 AM WIB

Uhui!

Posted by on Feb 15, 2005 10:54 AM WIB

Pesen apaan lu? Mi ayam atu nggak pake sambel?

Posted by on Feb 15, 2005 12:08 PM WIB

IMO yg dimaksud RS ketika ngomong "trend" adalah istilahnya "trend" orang Indonesia, dalam bahasa Inggris ini namanya "fad"

Posted by on Feb 17, 2005 10:04 AM WIB

Kayaknya sih gitu. Nggak papa deh. Gitu-gitu kan RS orang Indonesia juga lho.

Posted by on Feb 17, 2005 2:03 PM WIB
Post a Comment

(sorry, it's the spam)