Mengagumkan betapa blog dapat menciptakan hubungan yang erat.
Saya belum pernah bertemu sekali pun dengan Bunda Inong. Namun ketika malam ini saya baca tulisan Mbak Hany di milis bahwa Bunda tidak sadarkan diri sejak sore tadi, tak urung saya merasa sangat sedih. Seolah-olah sanak saudara saya sendiri yang mengalaminya.
Cepat sembuh, Bunda.
Kamis adalah hari favorit saya. Alasan? Karena segala sesuatu tentu ada alasannya. Kamis adalah hari favorit saya karena jika hari ini hari Kamis, esok adalah Jumat -- awal akhir pekan.
Dalam edisi Rock Star: Supernova kali ini: drama! Intensitas! Para rocker yang saling membenci! Reality show! Mengapa saya! Berteriak-teriak! Lagi?!
Seandainya ini adalah Survivor -- acara favorit saya belum lama ini -- saya tentu akan menjagokan Magni. Menurut saya, Magni menangani dengan baik konflik dan isu yang disodorkan kepadanya. Mengagumkan betapa perebutan lagu akhirnya diselesaikan berdasarkan argumen si botak ini.
Seandainya kemarin saya tidak mengalami suntuk maksimum di kantor.
Seandainya saya malamnya tidak menghabiskan beberapa jam ber-bawah-selimut-atas-selimut, membayangkan hari esok.
Seandainya pagi tadi saya tidak merasakan kemalasan yang luar biasa.
Seandainya saya memutuskan untuk mengambil cuti mendadak dan bukan emsi.
Perjalanan ke Las Vegas lebih baik daripada hadiah gitar? Hmm... Saya akan tetap memilih Les Paul.
Rockstar: Supernova! Las Vegas! Boling di penthouse! Pesta gila-gilaan! Gadis-gadis seksi! Mabuk! Mengapa! Saya! Berteriak-teriak?!
Lalu, unplugged! Jika ada yang bisa membuat saya lebih bersemangat lagi dalam menonton acara ini, inilah dia. Beberapa tahun lalu, seseorang pernah bertanya kepada saya, "Kamu bisa menyanyi?" "Semua orang bisa menyanyi," saya jawab, "masalahnya adalah, tahankah orang lain mendengarnya?"
Seseorang itu berkata, "Musik kami keras. Rock sejati. Bukan rock cengeng semacam Bon Jovi." Eh, ada yang salahkah dengan Bon Jovi, pikir saya. "Ah, jika demikian," sahut saya, "tidak ada masalah -- orang lain tidak akan mendengar vokalnya."
Ketika saya berkata bahwa kemampuan berbahasa Indonesia saya kian hari kian menurun, sayangnya saya tidak sedang bercanda atau menyindir pihak-pihak tertentu. Begitu juga dengan pernyataan bahwa demikian juga kemampuan berbahasa Inggris saya -- namun sudah cukup saya menertawai tangan yang memberi saya makan. Dalam beberapa kali kepulangan ke negara tercinta, saya kerap dibuat terhenti ketika sedang membaca surat kabar ataupun buku karya penulis lokal.
Kata ini artinya apa ya? Kalimat ini maksudnya apa ya?
Memalukan? Saya rasa demikian, mengingat kata-kata yang menghambat laju saya membaca itu tidak selalu kata-kata yang baru-baru ini saja populer. Pun kalimat-kalimat yang membuat saya menggaruk kepala itu tidak semuanya kalimat-kalimat memusingkan ala seorang pengacara.
Tepat ketika saya melakukan klik di atas tautan New Entry di Movable Type, ikon Bloglines di kanan bawah jendela Firefox saya menampilkan noktah merah -- seseorang telah menerbitkan entri baru di blognya.
Dengan kepiawaiannya -- yang kini sudah sangat saya kenal -- dalam merangkai sebuah tulisan, ia membahas kremasi di Indonesia. Saya begitu terkejut karena entri yang akan saya mulai adalah tentang hal yang sama.
Tentang cara pengistirahatan terakhir yang saya pilih.
Rabu, Teman-Teman. Waktunya Rock Star: Supernova, tentu saja.
Beberapa menit setelah acara dimulai: gitar Gibson untuk masing-masing finalis! Wah! Dan kalau saya tidak salah lihat, ada beberapa Les Paul di antaranya, sungguh mengirikan!
Ada yang menarik dari cara penghadiahan gitar ini: setiap gitar telah diberi nama. Saya jadi penasaran, bagaimana cara mereka menentukan siapa mendapat model yang mana? Mungkin salah satu pertanyaan yang harus diisi para kontestan saat mendaftar adalah, model Gibson apa yang Anda inginkan? Atau mungkin juga para produser saling berembuk dan memilih atas dasar argumen seperti, "Xena sangat kurus, baiklah kita beri dia gitar terberat agar ototnya terlatih" dan, "Berikan yang paling murah kepada Lukas -- dia yang paling berpotensi untuk menghancurkan gitar di panggung."
Beberapa menit kemudian: tolong dengarkan lagu ini dan buatkan lirik dan melodi baru. Kapan dikumpulkan? Oh, besok saja kok. Mengagumkan! Tapi yang lebih mengagumkan lagi adalah betapa hari belum lagi gelap ketika semuanya dengan santai mengungkapkan bahwa tugas mereka telah selesai. Sangat mengagumkan! Storm bahkan masih sempat melakukan lari rutinnya seraya mencari inspirasi. Bisa jadi dia dan Ali jodoh.
Terinspirasi oleh entri Ibu Leo Beo yang ini -- perempuan ini sakti mandraguna dalam hal menelurkan entri baru -- saya tiba-tiba penasaran dan menelusuri daftar main di Winamp saya untuk mencari tahu, berapakah lagu di daftar yang mengandung nama perempuan di judulnya?
(Bukan entrinya yang sebenarnya memberi inspirasi. Tapi komentar-komentar yang dimulai oleh seorang oknum berinisial FXRBDS alias DS.)
Oh, jika Anda, seperti saya, juga penasaran, ingin mengetahui lagu-lagu (Barat) mana saja yang judulnya berisikan nama perempuan, daftar ini bisa dijadikan acuan awal.
Akibat terobsesi lipogram, Fulan dihukum menulis "Saya tidak akan mengerjakan pekerjaan rumah tanpa huruf A lagi" 1000 kali.

Disunting 16:39 WIB
Tolong lihat situs ini dan arsip-arsipnya. Apa pendapat Anda? Memang imitasi adalah bentuk pujian paling murni. Tapi ini? Saya sampai tidak bisa berkata-kata.
Sedang mendengarkan: Uci Bing Slamet - Bukit Berbunga
Sedang merasa: gembira
Kepala saya pening, menyortir lipogram-lipogram yang masuk, ternyata banyak dan kreatif-kreatif sekali. Jadi, mohon maaf kepada Bapak Indra dan yang lainnya. Besok saya terbitkan lipogram-lipogramnya.
Berhubung kemampuan berbahasa Indonesia saya kian hari kian menurun -- demikian juga kemampuan berbahasa Inggris saya -- dan bulan ini adalah Bulan Kemerdekaan, saya memutuskan untuk menerbitkan tulisan-tulisan selama Agustus dalam Bahasa Indonesia yang (saya usahakan) baik dan (mudah-mudahan) benar.
Berikut adalah hasil evaluasi saya atas penampilan para finalis Rock Star: Supernova malam ini, sesuai urutan tampil mereka.












