MainPersonal InfoInterestsRandom FactsJournal
17 Aug 2006
Dirgahayu, Indonesiaku!

Perjalanan ke Las Vegas lebih baik daripada hadiah gitar? Hmm... Saya akan tetap memilih Les Paul.

Rockstar: Supernova! Las Vegas! Boling di penthouse! Pesta gila-gilaan! Gadis-gadis seksi! Mabuk! Mengapa! Saya! Berteriak-teriak?!

Lalu, unplugged! Jika ada yang bisa membuat saya lebih bersemangat lagi dalam menonton acara ini, inilah dia. Beberapa tahun lalu, seseorang pernah bertanya kepada saya, "Kamu bisa menyanyi?" "Semua orang bisa menyanyi," saya jawab, "masalahnya adalah, tahankah orang lain mendengarnya?"

Seseorang itu berkata, "Musik kami keras. Rock sejati. Bukan rock cengeng semacam Bon Jovi." Eh, ada yang salahkah dengan Bon Jovi, pikir saya. "Ah, jika demikian," sahut saya, "tidak ada masalah -- orang lain tidak akan mendengar vokalnya."

Musik yang hingar-bingar memberi kesempatan kepada seorang penyanyi untuk 'menyembunyikan' vokalnya. Karenanya tidaklah mengherankan jika bagi seorang vokalis rock, aksi panggung sama pentingnya -- kalau tidak lebih penting -- dengan kualitas suara. Tampil secara unplugged nyaris meniadakan 'ruang persembunyian' tersebut dan memaksa sang vokalis menampilkan diri yang sebenarnya.

Cukup. Siapalah saya ini; hanya seseorang yang ahli menggerakkan tetikus dan mengkaryakan papan ketik -- dan dengan susah payah sedang berusaha mengekspresikan pikiran dalam Bahasa Indonesia.

Para editor Rock Star berusaha membangun suspense dengan menampilkan Storm dan Toby yang menghadapi kesulitan membawakan lagu masing-masing. Saya, yang telah lama mau saja digiring ke sana-sini oleh Mark Burnett dengan skenarionya, segera menebak bahwa pada saat penampilan sebenarnya nanti, keduanya akan tampil baik.

Sebelum mulai membahas penampilan masing-masing finalis, saya ingin berkomentar bahwa saya menginginkan bass yang dimainkan Sasha malam ini, terima kasih.

Xena - Lluvia de Mar
Saya suka lagu hasil gubahan Xena malam ini. Komposisinya bagus, demikian pula penampilan vokalis ini secara keseluruhan. Satu-satunya kelemahan yang saya lihat -- jika memang ada -- adalah bahwa nuansa rock dalam lagu ini kurang.

Magni - Starman
Salah satu penampilan terbaik malam ini. Dari segi musik dan busana.

Patrice - Message in a Bottle
Saya tidak bisa menjelaskan, namun sekali lagi saya merasa ada yang kurang pas dari penampilan rocker ini. Ia mengawali lagu The Police ini dengan cukup bagus. Namun ketika masuk ke refrain, entah mengapa suaranya terdengar kurang 'masuk.'

Lukas - Hero
Vokal -- baik warna maupun teknik -- finalis ini memang sangat bagus. Jika Lukas bukanlah pilihan saya, itu hanya masalah selera pribadi. Menurut saya, malam ini dia membawakan Hero terlalu dekat dengan versi aslinya -- orisinalitasnya kurang.

Storm - I Will Survive
Di atas saya tulis bahwa saya menebak Storm akan tampil bagus, setelah suntingan para editor yang biasanya 'menipu.' Saya salah. Memang ia berusaha keras -- terlalu keras, menurut saya -- mengubah aransemen lagu ini. Dan saya menilai secara keseluruhan hasilnya tidaklah buruk, mengingat ini dan itu. Tetap saja, dengan reputasi yang telah dibangunnya beberapa minggu terakhir ini: penampilan terburuk sang Badai Pirang.

Toby - Solsbury Hill
Kali ini, suntingan editor terbukti 'menipu.' Dengan Gilby pada gitar, Toby menyuguhkan penampilan yang cukup menyegarkan. Permainan conga (ricardo?) di akhir lagu adalah sentuhan yang tepat.

Ryan - In the Air Tonight
Salah satu penampilan terbagus. Tak kalah bagusnya adalah permainan Nate yang penuh variasi pada drum.

Dilana - Cat's in the Cradle
Saya setuju sepenuhnya dengan Gilby: nada-nada rendah dinyanyikan Dilana dengan penuh kontrol dan nada-nada tinggi diambilnya dengan sempurna. Tanpa keraguan, penampilan paling bagus malam ini.

Penampil terbaik malam ini: Dilana, Ryan, Magni.

Prediksi tiga terbawah: sulit. Berdasarkan penampilan malam ini, saya hanya bisa memprediksi Storm dan Patrice. Mungkin Xena -- tekniknya adalah yang terlemah di antara semua finalis yang tersisa. Saya menebak Patrice yang akan pulang kali ini.

DIRGAHAYU, INDONESIAKU!

Sedang mendengarkan: Twilite Orchestra - Indonesia Raya (hasil unggahan Bunda Tuss) -- masih hapalkah Anda?
Sedang merasa: gembira

Posted by at 12:18 AM WIB
Comments

Merdeka! Upacara yooook...

Ehem, jadi inget pake putih2 suruh upacara deket balairung. Pulangnya jajan ketoprak deket BNI.

Posted by on Aug 17, 2006 4:25 AM WIB

lagi nginget2.. terakhir saya upacara kapan ya? kok lupa...

btw, kok hari ini saya kangen suasana 17-an di jkt ya..

Posted by on Aug 17, 2006 8:22 AM WIB

Happy (Indonesian) National Day!

*siap-siap menyerbu bazaar di KBRI hari Minggu ini*

Posted by on Aug 17, 2006 12:07 PM WIB

Merdeka !

Posted by on Aug 17, 2006 9:08 PM WIB

Yah.. lagunya dah dihapus Ta..

Posted by on Aug 18, 2006 10:35 AM WIB

lagunya nggak dihapus, emang cuma bisa buat network aja *mahap*

Posted by on Aug 18, 2006 2:10 PM WIB

Horeee udah bisa download.. Makasih Bu Tussy..

Posted by on Aug 18, 2006 7:19 PM WIB

gue cintaaa Magni! tapi gayanya emang Eropa berat ya,huhuhu..takut kurang populer dikalangan pengguna msn.
Dilana memang keren,tapi...entah kenapa sok gimana gitu..mendingan Storm ke mana-mana buat gue.
u go Storm!

Posted by on Aug 19, 2006 12:43 PM WIB

Saya setuju sepenuhnya dengan analisis Anda, Bung Cyan. Marilah kita dukung Storm.

Posted by on Aug 19, 2006 12:47 PM WIB

ah abang renatha, keren kali pun analisanya.

Posted by on Aug 20, 2006 5:28 AM WIB
Post a Comment

(sorry, it's the spam)