MainPersonal InfoInterestsRandom FactsJournal
01 Sep 2006
Bunda Belum Menginstal Firefox

(Sebuah eulogi untuk Bunda Inong)

Gara-gara Firefox, saya jadi mulai berkorespondensi dengan Bunda Inong. Koreksi. Gara-gara tidak adanya Firefox, saya jadi mulai berkorespondensi dengan Bunda Inong.

Pasalnya sudah lama saya melihat ada yang aneh dengan blog Bunda jika dibuka dengan Firefox -- gambar latar belakangnya hilang. Lalu suatu malam saya iseng membuka source-nya, kutak-katik, dan mengirim email ke Bunda kita ini.

Bukannya jadi bersemangat untuk mengunduh dan menginstal Firefox, Bunda malah bersemangat mengirim email ke saya, minta tolong dicek blognya, apakah sudah beres di Firefox.

Setelah itu ada lagi satu kejadian yang melibatkan Bunda Inong dan Firefox. Bunda ingin punya forum sendiri di dapurbunda.com dan minta tolong saya mengajari. Kata Bunda, "Tapi nanti tolong liatin ya, Re, di Firefox. Belum download, hihihi." Yaelah, si Bunda. Saya jawab, "Atur aja deh, Bun. Tapi entar dibayar pake hasil implementasi resep Bunda yang paling enak ya."

Sayang, ide forum ini belum sempat -- dan kini, tidak akan -- direalisasikan.

Masalah terakhir antara Bunda dan Firefox terjadi hanya beberapa hari yang lalu. Bunda Inong ingin agar resep-resepnya di Dapur Bunda tidak dapat dikopi begitu saja, jadi ia mencoba membuat teks di situs itu tidak dapat di-highlight. Sudah berhasil di IE. Tapiii coba tebak, siapa yang belum juga menginstal Firefox?

Ah, Bunda Inong. Berkat membantu Bunda dalam 'proyek' kecil ini, saya jadi tahu cara melakukan trik yang sama di Firefox. Hasilnya bisa dilihat di Dapur Bunda. Sayang, belum sempat diimplementasikan di dapurbunda.com.

Sekian lama bertukar email dan komentar di blog, baru semalam akhirnya saya bertemu langsung dengan Bunda. Jelas bukan dalam kesempatan yang diinginkan -- Bunda terbaring di ranjang, di antara segala macam peralatan yang menopang hidupnya, tanpa pernah sadar lagi, sementara saya hanya dapat memandang, ditemani Indra. Menurut saya, Bunda tampak damai, seolah ikhlas menghadapi apapun yang akan terjadi.

Manusia berikhtiar -- ada yang sampai puasa lho, Bun -- Tuhan menentukan. Dan Bunda pun harus pergi pagi ini.

Terima kasih, Bunda. Atas indomi telur bebek-nya. Atas kemalasannya menginstal Firefox. Atas email-email yang masih dan akan tetap tersimpan di bawah label "Bunda Inong" di Gmail saya. Atas komentar-komentar Bunda di blog ini.

(komentar terakhir Bunda Inong)

Selamat jalan, Bunda Inong. Sampai jumpa di tempat kediaman baru Bunda -- tempat Firefox tidak lagi dibutuhkan.

Sedang mendengarkan: Michael Jackson - Gone Too Soon
Sedang merasa: berduka

Posted by at 8:22 PM WIB
Comments

Sayang waktu kemaren gathering di braddel bunda absent yah, kalo nggak loe kan bisa ketemuan ama beliau
Doakan saja yah Ren, Bismillah, mudah2an amal baiknya di terima Allah swt, amie.

Posted by on Sep 02, 2006 8:19 AM WIB

Bleeding lagi baca yg di atas. Tapi lucu juga, si Bunda emang gak napsu sama srigalakebakaran, apalagi sama pinguin.

Ah, Inong. Mestinya malem ini kia lagi bakar2 sate. Minyak ayam pesenannya udah gue siapin sebotol penuh.

Posted by on Sep 02, 2006 10:21 PM WIB

Sampai sekarang aku masih amazed aja, ga pernah kenal, cuma beberapa kali bales-balesan e-mail dan rajin nilik blognya - tapi entah kenapa, aku kok ngerasanya kayak emang kenal secara personal gitu ya? :)

dan kayaknya banyak yang ngerasa gitu, dengan berbagai alasan pasti pernah bersilangan jalan hidup dengannya.

aku terkagum-kagum ngeliat begitu banyaknya posting tentang dia.

Posted by on Sep 02, 2006 10:56 PM WIB

Begitulah Inong, banyak berteman dengan siapa aja, tidak pilih kasih, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Semua menyukainya, sehingga ketika beliau tiada, semua pun merasa kehilangan.

Kue ulang tahun yang Inong buat untuk ulang tahun Irza Sabtu kemarin mungkin adalah kue ulang tahun yang terakhir yang bellau buat. Saat saya dan istri datang ke rumahnya untuk mengambil kue tersebut (walaupun cuma di depan lobby) adalah saat terakhir kami melihat beliau. Sayang sekali beliau, Zidan dan Syifa tidak bisa datang ke acara ulang tahun Irza waktu itu...

Tidak ada lagi yang bisa saya dan istri minta bantu untuk membuatkan martabak manis, seperti dulu. Atau kue tiramisu strawberry yang dia pernah buat dulu untuk hari anniversary saya dan istri...

Saya dan istri yang sebenarnya tidak terlalu dekat dengan beliau pun, sangat merasa kehilangan. Ngga kebayang bagaimana perasaan mereka yang sangat dekat dengan beliau... baik di dunia nyata maupun di dunia maya...

Posted by on Sep 02, 2006 11:53 PM WIB

Keren banget emang Bunda kita satu ini.

Makasih ya buat update-update infonya, Mbak Hany dan Indra.

Posted by on Sep 03, 2006 2:54 AM WIB

Aku nggak pernah berinteraksi dengan Bunda Inong ini. Tapi melihat anaknya yang masih kecil-kecil, tinggal di luar negeri (jauh dari sodara dan teman-teman Indo), lalu mencoba membayangkan suaminya kalau terjadi pada diriku sendiri..

Wah.. nggrentes banget.. badai terasa di batin..

Mengingatkan bahwa hidup di dunia, salah satunya ngeblogging, cuma sementara..

Semoga nanti pas giliran logout, nggak punya utang, udah banyak kontribusi buat keluarga dan masyarakat, terutama orang tua..

Posted by on Sep 04, 2006 12:14 PM WIB

2 minggu yang lalu, si Elsy ke ICA sendirian ngurus formalitas PR karena gue mesti kerja

dia cerita, ketemu a nice lady & her 2 kids, ngobrol banyak dan waktu dia mulai laper sedangkan nomer antriannya blom muncul2 di papan elektronik, this nice lady nyuruh makan aja nanti kalo nomernya dipanggil bakalan ditelpon

abis itu gantian, pas anaknya si nice lady yg kecil ketiduran dan mau dibawa kemobil, si Elsy nungguin di ruang tunggu bareng anaknya yg cowok

sayangnya gue gak pernah dapet kesempatan buat ketemu this nice lady

Posted by on Sep 05, 2006 8:13 AM WIB

sampe hari terakhirnya, PC masih dalam keadaan menyala, obviously yang menyalakan adalah dia di hari dia collapse, dan tidak sempat log off :(

dan firefox, despite all cerewetan dari gue saban gue mau browsing dan cuma nemu IE, masih juga belum di download.

gosh..Kelenong..Kelenong..

Posted by on Sep 11, 2006 8:53 AM WIB

Emang nih si Bunda. Di email terakhir pake alesan banyak setrikaan pula.

Met ultah, Bunda.

Posted by on Sep 11, 2006 9:02 AM WIB
Post a Comment

(sorry, it's the spam)