MainPersonal InfoInterestsRandom FactsJournal
14 May 2007
A Very Important Question

Everyone knows soft drink cans, right? Everyone knows how the ring-pull opening mechanism works, right? See here if you don't.

OK, now the all important question: if the ring ogebly comes off and so does the scored region, how do you open the can?

Updated 22:40 WIB
Ogeb can

Yup, took it home and snapped a shot. Trying IBR's suggestion now.

Updated 23:00 WIB
Dude, I just realized something. It's May 14 today and I'm blogging about a beverage can -- an ogeb one, nonetheless?

Here's an old entry of mine, written four years ago. Taken unedited -- the pics, too -- from an anonymous friend's now-defunct blog.

***
Kamis, 14 Mei 1998. Masih inget tanggal itu, Pren? Ada yang masih inget dia ada di mana pas tanggal itu? Ada yang nggak inget dia ada di mana? Gua sih nggak bakalan lupa. Bahkan dialog-dialog yang terjadi hari itu pun gua masih inget.

Malem sebelonnya.
"De, pokoke kalo besok gua kenapa-napa, elu tau kan kunci motor gua di mana? Itu motor buat elu."
"Sip. Kalo gua yang kenapa-napa, elu kelarin skripsi gua ya."
"Lho, hei?! Enak di elu dong, elu dapet motor, gua cuma dapet skripsi. Belon kelar pula. Emang elu udah nyampe mana sih?"
"Pendahuluan sih udah kelar."
"Yeeee!!!"
"Iya deh, gua tambahin PC, piye?"
"Puter 2 juta, motor 4 juta, depresiasi 2 taon ... Oceh deh."

Paginya.
"Piye, Son, jadi tak?"
"Demo rayanya sih nggak jadi. Tapi kayaknya anak-anak udah banyak yang ke Salemba deh. Musti bikin tim evakuasi nih."
"Ikut deh. Bentar, gua nyari pinjeman jaket kuning dulu. Punya gua nggak tau ke mana, kemaren ada yang minjem."

Agak siang dikit.
"Rame juga ya. Elu yakin demonya nggak jadi?"
"Katanya sih. Anak-anak malah pada ngilang gini, dasar!"
"Ya udah, kita nongkrong di sini dulu aja kali ya? Kayaknya adem ayem aja tuh."

Tengah hari.
"Itu tentara pada ngapain sih? Nggak ada apa-apa kok dijagain?"
"Lah, itu orang-orang pada ngapain?"
"Rusuh! Rusuh! Liat tuh massa segitu banyak!"
"UI cemen! UI cemen! Beraninya di dalem doang!"
"Ya ampun, itu mobil polisi dibakar gitu!"
"Gila, itu orang ditembak lho barusan!"

Di atap gedung FKG.
"Tuh, liat tuh, asep lagi."
"Terakhir gua itung ada tujuh kebakaran gede, dari semua penjuru Jakarta."
"Gua nggak bisa ngomong apa-apa. Bangsa sendiri ditembak-tembakin kayak gitu."
"Tentara kampret!"
"Tentara nggak kampret, yang kampret itu keadaan ini. Sedih deh."
"Harap yang di atas gedung membubarkan diri atau kami akan mengambil tindakan."
"Ya ambil aja, Mul!"
"Telat, Pak. Tindakan udah diambil yang punya dari kapan tau."

Malemnya di aula FK suasana mirip banget ama pelem perjuangan tempo doeloe. Anak-anak Kedokteran seliweran pake jas putih, ngecek sana-sini. Cewek-cewek sukarelawan ngedistribusiin minuman ama nasi bungkus.
"Tatang, pa kabar lu? Udah jadi dokter muda nih ceritanya."
"Wi! Udah lama banget nggak liat elu. Makin manis aja."
"Temen-temen dari Hukum belon kebagian nasi tuh."
"Ya ampun, coba liat itu di pojok, masih sempet-sempetnya maen bridge, coba ya!"
"Eh, mereka pake Precision lho, bukan Standard American Yellow Card. Gabung yuk!"

Tengah malem di Pusilkom Salemba.
"Suasana di luar terlalu sepi, nggak biasanya kayak gini. Waktu 27 Juli aja enggak sesepi ini."
"Mas Haydin nih bikin ngeri aja!"
"Nanti kalo ada apa-apa, kalian larinya lewat Kriminologi ya. Jendela yang itu pecahin aja, jangan lewat bawah."
"Kayaknya kita perlu atur giliran jaga deh. Takutnya kalo Prabowo tau-tau nyerbu."
"Ngapain juga Prabowo nyerbu-nyerbu Pusilkom? Ngejarah server? Mendingan juga nyerbu FK tuh yang banyak alat-alat mahalnya."
"Menurut kalian, alien itu ada nggak sih? Gua bilang ada lho."
"Yu, kayaknya Bulls bakal juara lagi nih."

Paginya, 15 Mei.
"Megaria angus gitu! Gile bener, tempat maen bilyar gua tuh!"
"KRL jalan nggak ya? Jangan-jangan enggak. Tau gitu kita mendingan naek tronton Marinir semalem kayak si Juned."
"Si Imel kenapa-napa nggak ya? Gila tu anak, rusuh-rusuh gitu dia malah keliaran keliling Jakarta, moto-moto. Mudah-mudahan dia nggak bawa boil bokapnya, kan plat merah."
"Mas, kita dong abis ngejarah supermarket. Nih liat, dapet tipi ama jins."

Fasilkom, Depok.
"Kampus Tersayang! Senang melihatmu lagi, muaaahhhh!!!"
"Lah, lah, kemaren katanya mau evakuasi?"
"Iya."
"Nah, trus? Mana yang dievakuasi? Kok yang balik elu-elu juga?"
"Iya ya? Pada ke mana sih orang-orang tadi?"
"Kemaren bukannya berdelapan? Kok sekarang tinggal enam?"
"Tim evakuasi ogeb!"

Mengenang Hari Serem Sedunia. Berbeda-beda namun tetap satu juga. Damai itu indah, Pren.
***

So, Friends, where were you that unforgettable day?

Current music: none
Current mood: totally not one for wasting my 80 cents

Posted by at 7:45 PM WIB
Comments

Kalo gue sih pakai ujung sendok ditusuk2 ke bagian yang loosely, dan berhasil terus.

Posted by on May 14, 2007 9:19 PM WIB

Nggak bisa, Im. Penyok ama beset-beset doang. Akhirnya gua takut entar malah sendoknya patah.

Posted by on May 15, 2007 12:20 AM WIB

nginep di LPEM dong. malem masih mamam sate padang. yang cowok gantian bergadang biar yang cewek bisa bobo bobo ayam. jam 5 pagi baru dievac sama dosen dan dipulangin ke rumah.

Posted by on May 15, 2007 7:54 AM WIB

pake bukaan kaleng aja. diputer ato di tusuk... terserah lo deh. klo gak berhasil jg, pake obeng ama palu. trus dipahat deh, jadi patung liberty.

Posted by on May 15, 2007 8:42 AM WIB

Akhirnya berhasil juga. Pake pisau dapur. Nusuknya sambil mringis-mringis gitu, takut meleset trus terjadi pertumpahan darah.

Posted by on May 15, 2007 8:56 AM WIB

Jalan kaki dari Stasiun Cikini ke Matraman, nglewati mobil dibakar di depan Tempo. Gak bisa balik, nginep di Rawamangun Muka.

Posted by on May 15, 2007 2:21 PM WIB

malem itu kalo gak salah gue keliling2 depok minta makanan dari posko2 buat anak2 yg diruang senat

dari fisip dapet nasi telor tapi pas ke hukum dikasih nasi ayam, jadilah berbungkus2 nasi telor dicuekin diruang senat

Posted by on May 15, 2007 5:20 PM WIB

aduh! gue di mana ya waktu itu?
jadi hilang ingatan gini.
perasaan sih di kampus nggak dikasih pulang

Posted by on May 15, 2007 7:48 PM WIB

Wah, kok gua nggak tau kalo ada nasi telor? Apa besok paginya udah abis ya?

Posted by on May 15, 2007 8:29 PM WIB

Ooohhhh.... aktipis tooohhhh????

Hmmm... waktu itu saya di kantor lama di Slipi, ngeliatin api dari Pasar Palmerah, dan Jalan S. Parman yang sempat merusuh, kemudian menyepi.

Baru keluar kantor dengan nekatnya malem (Nekat, karena temen2 yg lain sudah pada kabur duluan, yang bawa mobil pada ditinggal karena ngeri), buat pulang ke Pasar Minggu. Jakarta jadi kota mati.

Posted by on May 15, 2007 10:06 PM WIB

Aktipis dari HK?! :))

Cuma menikmati masa-masa terakhir berstatus mahasiswa kok. Mumpung masih bisa make jaket alma mater.

Jadi inget. Jaket gua sekarang ada di man man ya?

Posted by on May 15, 2007 10:15 PM WIB

Gue waktu itu kemungkinan besar di rumah, sehubungan dengan status pengangguran.

Posted by on May 16, 2007 5:23 AM WIB

Pengangguran in a relationship ya, Juwi?

Posted by on May 16, 2007 11:03 PM WIB

Whatever, Superhero, hehehehe...

Posted by on May 17, 2007 8:44 AM WIB

ada kok nasi telor di pojokan gitu deket2 meja yang panjang ... tapi kayaknya pas siang2 udah agak basi jadi dikasih ke doggie2 :p

Posted by on May 17, 2007 9:43 AM WIB

Ah, Juwi suka begitu nih *toel-toel*

Posted by on May 17, 2007 11:21 PM WIB